This life is absolutely simple and absurd

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
Posted by Annisa Ayu B - - 0 komentar

Last night, I just tought maybe just maybe I like him, for real. 

             Hati dan perasaan ini mengapa payah sekali? Sulit dimengerti dan dipahami. Oh, bahkan kamu tidak akan mengerti apa yang sedang hatimu rasakan. Ya ya, persetan dengan perasaan ini. For the nth time I made sure myself that this heart isn’t belong to you anymore. Tapi perasaan ini masih meneriakan namamu. Lalu aku harus apa? The distance is no longer the devil, harusnya justru membantu bukan? Seakan menjadi malaikat yang berkata : I’ll help you to get over him. Tapi ia gagal. Malas sekali harus mengatakan bahwa ia kalah dari Eros si pembawa panah cinta itu ketika dulu. Yang membuatku sampai sekarang ini masih bisa merasakan sisa-sisa panahnya yang sudah susah payah kuhancurkan. Just not as deep as this Eros! Susah sekali mencabutnya, kau tahu? Dan setelah entah bulan ke berapa-well, untuk apa aku menghitungnya?- aku masih dan masih saja merasakannya, meneriakan namamu, berdebar setiap kali melihat namamu. Shame on you and your stupid arrow, Eros, kenapa efeknya masih terasa dan masih luar biasa sulit untuk dikontrol? Oh ayolah, aku bahkan tidak tahu apakah dia disana sudah terbebas dari perasaan ini atau bahkan sudah terjebak lagi dengan yang lain? Poor you my dear heart, I really pity you.
And yeah, there’s him. Seseorang yang dari awal memang terlihat lebih di mata ini. Tidak, ia tidak lebih tampan darimu. Tapi ia lebih menarik dari siapapun. You know, that kind of lovely nextdoor boy. Charming, super kind, and all time smiling. Well, tidak ada yang bisa diingat darinya kecuali senyumnya. Dan matanya. Dan perilakunya yang luar biasa patut dipuji. Dan cara bicaranya yang sopan. Dan keramahannya. Dan bagaimana ia tertawa. Ok, I seems like someone who cant see anything but him. Tapi, ya, dia memang seperti itu. Jadi jangan salahkan mata ini jika sering mencarinya disetiap sudut, setiap waktu. He’s just undeniable, you know? Oh yeah, He’s friend of mine-not gonna tell you more- and I think he’s one of a kind? Atau mungkin tidak, tapi karena aku baru bertemu yang seperti ini untuk pertama kalinya so I says so. Tidak pernah sekalipun mengenal yang seperti ini sebelumnya. Apa ya? Dibalik semua kelebihannya itu dia sangat sangat taat. Like the name of God running through his veins. Dan kau hanya perlu berlari ke masjid jika ingin mencarinya, sedang mengaji mungkin? Ya dia seperti itu. Dan dia yang seperti itulah yang membuatku bertanya pada diriku sendiri. Aku tidak akan cukup baik dengannya. Come on, I’m not even his nails for sure. Dia yang sangat luar biasa seperti itu dan aku… well, you know who I am.
Dan sejauh ini aku tau betapa berbedanya kamu dan dia. Kamu yang hampir tak memiliki ekspresi dan ia yang senang sekali tersenyum. Kamu yang beribadah di hari Minggu dan dia yang harus menjalankan 5 waktu setiap harinya. Kamu yang penuh candaan tak masuk akal dan dia yang dengan senang hati tertawa renyah, kamu yang yang selalu menjadi kamu kapanpun dan dimanapun dan dia yang selalu menjadi dia dengan segala kekurangan dan kelebihannya.  Kamu tau, diantara perbedaan perbedaan kalian aku masih merasakan kalian adalah dua orang yang menarik. I just found you both one of a kind for me. Hanya ada satu orang semenarik kamu, yaitu dia. Dan hanya ada satu orang secharming dia, yaitu kamu. You got this one, rite? 
 And last night, I just tought, maybe, just maybe, I like him for real. Am I really like him? aku terus bertanya pada diriku. Tapi tak pernah bisa terjawab. Tentu aku sering mencarinya, menanyakan keberadaannya and smiling ear-to-ear when I look at him. Tapi anehnya hati ini tidak bergetar. Belum sedikitpun bergetar. Aku terus mencarinya, masih terus menanyakannya dan selalu tersenyum ketika akhirnya menemukannya.  Do you know,  while I always doing that, this heart is still shouting your name, silly. Dan itulah mengapa kamu sedikit lebih special darinya.

Leave a Reply