Last night, I just
tought maybe just maybe I like him, for real.
Hati dan perasaan ini mengapa
payah sekali? Sulit dimengerti dan dipahami. Oh, bahkan kamu tidak akan
mengerti apa yang sedang hatimu rasakan. Ya ya, persetan dengan perasaan ini.
For the nth time I made sure myself that this heart isn’t belong to you
anymore. Tapi perasaan ini masih meneriakan namamu. Lalu aku harus apa? The
distance is no longer the devil, harusnya justru membantu bukan? Seakan menjadi
malaikat yang berkata : I’ll help you to get over him. Tapi ia gagal. Malas
sekali harus mengatakan bahwa ia kalah dari Eros si pembawa panah cinta itu
ketika dulu. Yang membuatku sampai sekarang ini masih bisa merasakan sisa-sisa
panahnya yang sudah susah payah kuhancurkan. Just not as deep as this Eros! Susah
sekali mencabutnya, kau tahu? Dan setelah entah bulan ke berapa-well, untuk apa
aku menghitungnya?- aku masih dan masih saja merasakannya, meneriakan namamu,
berdebar setiap kali melihat namamu. Shame on you and your stupid arrow, Eros,
kenapa efeknya masih terasa dan masih luar biasa sulit untuk dikontrol? Oh
ayolah, aku bahkan tidak tahu apakah dia disana sudah terbebas dari perasaan
ini atau bahkan sudah terjebak lagi dengan yang lain? Poor you my dear heart, I
really pity you.
And yeah, there’s him. Seseorang
yang dari awal memang terlihat lebih di mata ini. Tidak, ia tidak lebih tampan
darimu. Tapi ia lebih menarik dari siapapun. You know, that kind of lovely
nextdoor boy. Charming, super kind, and all time smiling. Well, tidak ada yang
bisa diingat darinya kecuali senyumnya. Dan matanya. Dan perilakunya yang luar
biasa patut dipuji. Dan cara bicaranya yang sopan. Dan keramahannya. Dan
bagaimana ia tertawa. Ok, I seems like someone who cant see anything but him.
Tapi, ya, dia memang seperti itu. Jadi jangan salahkan mata ini jika sering
mencarinya disetiap sudut, setiap waktu. He’s just undeniable, you know? Oh
yeah, He’s friend of mine-not gonna tell you more- and I think he’s one of a
kind? Atau mungkin tidak, tapi karena aku baru bertemu yang seperti ini untuk
pertama kalinya so I says so. Tidak pernah sekalipun mengenal yang seperti ini
sebelumnya. Apa ya? Dibalik semua kelebihannya itu dia sangat sangat taat. Like
the name of God running through his veins. Dan kau hanya perlu berlari ke
masjid jika ingin mencarinya, sedang mengaji mungkin? Ya dia seperti itu. Dan
dia yang seperti itulah yang membuatku bertanya pada diriku sendiri. Aku tidak
akan cukup baik dengannya. Come on, I’m not even his nails for sure. Dia yang
sangat luar biasa seperti itu dan aku… well, you know who I am.
Dan sejauh ini aku tau betapa
berbedanya kamu dan dia. Kamu yang hampir tak memiliki ekspresi dan ia yang
senang sekali tersenyum. Kamu yang beribadah di hari Minggu dan dia yang harus
menjalankan 5 waktu setiap harinya. Kamu yang penuh candaan tak masuk akal dan
dia yang dengan senang hati tertawa renyah, kamu yang yang selalu menjadi kamu
kapanpun dan dimanapun dan dia yang selalu menjadi dia dengan segala kekurangan
dan kelebihannya. Kamu tau, diantara
perbedaan perbedaan kalian aku masih merasakan kalian adalah dua orang yang
menarik. I just found you both one of a kind for me. Hanya ada satu orang
semenarik kamu, yaitu dia. Dan hanya ada satu orang secharming dia, yaitu kamu.
You got this one, rite?

And
last night, I just tought, maybe, just maybe, I like him for real. Am I really
like him? aku terus bertanya pada diriku. Tapi tak pernah bisa terjawab. Tentu
aku sering mencarinya, menanyakan keberadaannya and smiling ear-to-ear when I
look at him. Tapi anehnya hati ini tidak bergetar. Belum sedikitpun bergetar.
Aku terus mencarinya, masih terus menanyakannya dan selalu tersenyum ketika
akhirnya menemukannya. Do you know, while I always doing that, this heart is still
shouting your name, silly. Dan itulah mengapa kamu sedikit lebih special
darinya.